Tahapan Membuat Aplikasi Web

Semenjak beberapa tahun terakhir pemakaian aplikasi guna menunjang pekerjaan manusia makin melonjak, tentang ini ialah suatu indikasi kemajuan serta kenaikan kualitas hidup manusia. Sudah banyak tipe aplikasi yang digunakan lebih - lebih yang kerap digunakan di masa digital ini yaitu Aplikasi berbasis Website.

Tidak cuma buat penggunaan personal ataupun individu, semacam pemakaian sosmed yang kerap kita jalani, pula diperlukan serta digunakan oleh sebagian industri yang memakai transaksi secara online dengan client ataupun juga membernya.

Tetapi, tahukah kamu bagaimana step pembuatan ataupun tahapan - tahapan dalam membuat aplikasi berbasis website tersebut? Kali ini saya akan coba membagikan gambaran kepada kamu gimana suslit serta rumitnya tahapan membuat Aplikasi berbasis website ini, dengan judul postingan Tahapan Membuat Aplikasi Web.

Tahapan Pembuatan Aplikasi Web

1. Perencanaan

Demikian pula dengan membangun sistem informasi, langkah awal kita yaitu membuat perencanaan (planning). Perencanaan merupakan membuat seluruh rencana yang berkaitan dengan proyek sistem informasi. Jika kita mau membangun rumah hingga kita hendak melakukan perencanaan bagaimana pondasinya, bagaimana struktur bangunannya, ingin menggunakan material apa saja, apa warna dindingnya, tidak ketinggalan pula merancang anggaran budget yang wajib kita keluarkan.

2. Analisa

Sesudah perencanaan tuntas, langkah selanjutnya merupakan membuat analisa (analyst). Analisa merupakan menganalisa workflow sistem informasi yang tengah berjalan serta mengindentifikasi apakah workflow sudah efektif serta cocok standar tertentu. Analisa dicoba oleh Business Processs Analyst (BPA) yang berpengalaman serta menguasai workflow sistem manajemen di zona yang tengah dianalisa. Dalam step ataupun tahapan pembuatan aplikasi berbasis website bagian ini merupakan yang sangat menentukan bakal jadi apa aplikasi ini kedepannya.

3. Desain

Sesudah proses analisa tuntas, berikutnya merupakan membuat desain (desgin). Desain merupakan langkah yang sangat berarti dalam siklus SDLC sebab langkah ini memastikan pondasi sistem informasi. Kesalahan dalam desain bisa memunculkan hambatan apalagi kegagalan proyek. 

Terdapat 2 tipe desain yang dibikin di tahap ini, yakni desain proses bisnis serta desain pemrograman. 

Desain pemrograman dicoba oleh Sistem Analis (SA) yakni membuat desain yang dibutuhkan guna pemrograman berlandaskan desain proses bisnis yang sudah dibikin oleh BPA. Desain ini bakal jadi pedoman untuk programmer buat menulis source code. 

Bagian Desain pemrograman meliputi:
  • Database
  • Screen Layout
  • Diagram Proses
  • Report Layout

4. Pengembangan

Pekerjaan yang di jalani di sesi pengembangan (development) merupakan pemrograman. Pemrograman merupakan pekerjaan menulis program komputer dengan bahasa pemrograman berlandaskan algoritma serta logika tertentu serta orangnya di sebut Programmer.

Banyak bahasa pemrograman website yang dapat kita pakai serta barangkali dapat kita terus pelajari perkembangannya, salah satu yang sangat terkenal dari bahasa Server Side Script merupakan PHP.

5. Testing

Tak ada gading yang tak retak, pepatah yang artinya tidak ada yang sempurna di dunia ini, dan ini juga berlaku  pada sistem komputer buatan manusia. Oleh karena itu, diperlukan suatu proses untuk menguji kualitas sistem informasi. Proses ini biasa disebut sebagai pengujian ataupun testing. Pengujian adalah suatu proses yang dilakukan untuk mengidentifikasi sesuai atau tidaknya hasil dari suatu sistem informasi dan hasil yang diharapkan. Penunjukan yang jelas dengan hasil yang hampir sempurna (beberapa bug).

6. Implementasi

Implementasi adalah proses penerapan sistem informasi yang telah dibangun sedemikian rupa sehingga pengguna menggunakannya untuk menggantikan sistem informasi yang lama. Semua aplikasi memiliki implementasi yang jelas berdasarkan peruntukannya, sehingga dalam proses analisis sebelumnya, kita juga memperhatikan siapa yang akan mengimplementasikan atau menggunakan aplikasi ini di masa mendatang. Misalnya, aplikasi yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan belajar di sekolah, jadi perhatikan bahwa guru atau siswa yang akan menggunakan aplikasi tersebut.

Berikut ini merupakan beberapa proses implementasi ini berlangsung:
  • Memberitahu user
  • Melatih user
  • Memasang sistem (install system)
  • Entri/Konversi data
  • Siapkan user ID

7. Pengoperasian dan pemeliharaan

Langkah terakhir adalah tahapan dari pengoperasian dan pemeliharaan. Saat menggunakan sistem informasi, beberapa tugas rutin harus dilakukan pada sistem informasi, antara lain:

  • System Maintenance 
  • Backup & Recovery
  • Data Archive

Penutup

Bagaimana? Apakah langkah-langkah di atas memberi kamu gambaran? Membuat sistem informasi atau aplikasi web tidak semudah yang kamu bayangkan. Namun, terkadang mempelajari hal-hal yang tampaknya sulit  akan menjadi lebih mudah.

Semoga artikel saya tentang Tahapan Membuat Aplikasi Web ini bermanfaat. Jika kamu memiliki pertanyaan, masalah atau saran, silakan tinggalkan komentar di bagian komentar yang disediakan di bawah ini. Terima kasih!

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url